Menu

Mode Gelap
Polsek Cerenti Pimpin Penanaman Jagung Pipil di Desa Sikakak, Dukung Ketahanan Pangan dan Asta Cita Presiden Besok Ditanam, Kanit Reskrim Polsek Cerenti Pimpin Pengecekan Lahan Jagung di Desa Sikakak Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Cerenti Tinjau Kesiapan Lahan 6 Hektar di Desa Pulau Bayur Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Warga untuk Dukung Program Swasembada Pangan 2026 Desa Talontam Benai Luncurkan Program Penanaman Pohon Ketahanan Iklim Tangguh Bencana, Perdana di Kecamatan Benai Kapolsek Benai Sambangi Korban Kebakaran di Desa Pulau Ingu, Sampaikan Dukungan dan Bantuan

Daerah

PETI Stingkai Marak di Danau Rawang Udang Talontam Benai, Pemdes, Pemuda dan Pemangku Adat Tegas Menolak

badge-check


					PETI Stingkai Marak di Danau Rawang Udang Talontam Benai, Pemdes, Pemuda dan Pemangku Adat Tegas Menolak Perbesar

KUANTAN SINGINGI, RIAU – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) jenis stingkai kembali mencederai lingkungan Danau Rawang Udang, Desa Talontam Benai, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi.

Dalam dua pekan terakhir, sejumlah unit rakit stingkai terpantau beroperasi bebas di kawasan danau, tanpa mengindahkan larangan adat maupun imbauan pemerintah desa.

Pantauan awak media pada Rabu (14/01/2026) menunjukkan aktivitas PETI tersebut berlangsung terang-terangan, seolah kebal hukum. Ironisnya, kegiatan ilegal ini tetap berjalan meski sebelumnya telah mendapat teguran keras dari pemangku adat Kenegerian Benai yang tergabung dalam FK APA

Penolakan tegas juga datang dari kalangan pemuda. Ketua Pemuda Talontam Benai, Eka, mengecam keras aktivitas PETI yang dinilai merusak lingkungan dan mengancam kelangsungan hidup masyarakat sekitar.

“Sebagai Ketua Pemuda, tentunya kami menolak keras aktivitas PETI itu. Jika larangan para pemangku adat dan imbauan Pemerintah Desa Talontam tidak diindahkan, kami pemuda siap turun bersama masyarakat,” tegas Eka.

Senada dengan itu, Kepala Desa Talontam Benai, Raja Helpi Alponso, mengaku resah dan mendapat banyak keluhan dari warga akibat aktivitas PETI tersebut.

“Sudah banyak masyarakat yang komplain. Tidak hanya merusak lingkungan, air danau yang biasanya jernih sekarang berubah menjadi keruh,” keluhnya.

Dampak kerusakan lingkungan kini semakin nyata. Danau yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat perlahan kehilangan fungsi ekologisnya akibat eksploitasi ilegal yang tak terkendali.

Sementara itu, Masran, salah seorang warga Desa Talontam Benai, berharap Aparat Penegak Hukum (APH) tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan nyata.

“Kami berharap aparat segera turun tangan. Jangan sampai lingkungan kami hancur baru ada tindakan,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kapolsek Benai dan Kapolres Kuantan Singingi terkait maraknya aktivitas PETI di wilayah tersebut.

Diketahui, persoalan PETI di Riau, termasuk di Kuantan Singingi, telah menjadi perhatian serius Kapolda Riau. Publik kini menanti langkah tegas dan nyata, agar hukum tidak kalah oleh tambang ilegal dan kerusakan lingkungan tidak terus dibiarkan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desa Talontam Benai Luncurkan Program Penanaman Pohon Ketahanan Iklim Tangguh Bencana, Perdana di Kecamatan Benai

8 Mei 2026 - 07:24 WIB

Kapolsek Benai Sambangi Korban Kebakaran di Desa Pulau Ingu, Sampaikan Dukungan dan Bantuan

7 Mei 2026 - 03:00 WIB

Gerak Cepat Polisi Saat Bencana, Kapolsek Benai Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Pohon Tumbang

4 April 2026 - 01:45 WIB

Menjelang Putusan Kasus Korupsi Mantan Ketua DPRD Kuansing, Penasehat Hukum : Fakta Persidangan Dinilai Tidak Membuktikan Unsur Pidana.

12 Maret 2026 - 02:22 WIB

Samsat , Dishub & Jasa Raharja Berkolaborasi tentang Sosialisasi Pajak Kendaraan Bermotor

11 Februari 2026 - 10:15 WIB

Trending di Daerah